DAYA TARIK INTERPERSONAL
Dalam
hubungan interpersonal atau interaksi diantara dua orang atau lebih terdapat
aspek-aspek psikologis yang mendasarinya. Pertanyaan pertama yang relevan
adalah “Mengapa orang ingin berhubungan dengan orang lain?” kemudian pertanyaan
kedua adalah “Faktor-faktor apa yang terpenting dalam menentukan seberapa jauh
kita menyukai seseorang?:”
Untuk
menjawab kedua pertanyaan tersebut, kita akan mengkaji bagaimana orang bisa
saling tertarik, saling kenal-mengenal, bagaimana ada gairah tarik-menarik satu
sama lain bahkan sampai seseorang jatuh cinta. Kesukaan pada orang lain, sikap
positif dan daya tarik seseorang, kita sebut sebagai daya tarik interpersonal.
Definisi Daya Tarik Interpersonal
Menurut
Brigham (1991), daya tarik interpersonal adalah kecenderungan untuk menilai
seseorang atau suatu kelompok secara positif, untuk mendekatinya, dan untuk
berperilaku secara positif padanya.
Daya
tarik interpersonal adalah sikap atau sifat yang membentuk seseorang
menimbulkan rasa suka. Dengan adanya daya tarik interpersonal itu individu akan
lebih bersemangat hidup, dan dapat menyalurkan atau berbagi cerita dengan
relasinya, sehingga dapat mengurangi beban individunya.
Faktor-faktor Daya Tarik Interpersonal
Ø Faktor Internal
Interaksi kita dengan orang lain dapat
terjadi dimana saja, misalnya di asrama, pasar, kampus, dll. Akan tetapi,
kebutuhan untuk saling berinteraksi dengan orang-orang disekitar kita dapat
berbeda-beda. Kebutuhan ini dapat dilandasi oleh hal-hal yang berada dalam diri
individu, seperti need to belong (kebutuhan untuk menjadi bagian dari suatu
kelompok) dan karena adanya pengaruh perasaan.
Ø Faktor Eksternal
Kesamaan (similarity) : Kita cenderung menyukai orang yang sama
dengan kita dalam sikap, minat, latar belakang dan kepribadian.
Kedekatan (proximity) : Pada penelitian
mengenai ketertarikan, orang cenderung menyukai mereka yang tempat tinggalnya
berdekatan. Semakin dekat jarak fisik, semakin besar kemungkinan bahwa dua
orang mengalami kontak secara berulang.
Keakraban (familiarity) : Semakin seringnya
kita berhadapan dengan seseorang akan meningkatkan rasa suka kita terhadap
orang tersebut.
Daya Tarik Fisik : Dalam masyarakat kita
biasanya muncul stereotip daya tarik fisik, yang mengasumsikan bahwa segala
sesuatu yang cantik adalah baik. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan sepintas
seorang individu akan membuat suatu kesimpulan tentang sejumlah asumsi
kepribadian dan kompetensi semata-mata berdasarkan penampilan.
Kemampuan : Orang yang mampu, kompeten dan
pintar dapat memberi beberapa ganjaran
(keuntungan) kepada kita. Mereka dapat membantu ketika kita mendapatkan
sebuah kesulitan, Hal-hal seperti ini menyebabkan orang yang memiliki
kompetensi, pintar, lebih disukai daripada yang tidak memiliki kemampuan
tersebut.
Tekanan Emosional (stress) : Bila individu
berada dalam situasi yang mencemaskan atau menakutkan ia cenderung menginginkan
kehadiran orang lain. Dan hal ini lama kelamaan akan menimbulkan rasa suka
kepada orang yang menemaninya tersebut.
Referensi :
·
Mashoedi,
Sri Fatmawati. 2012. Hubungan
Interpersonal. Jakarta : Salemba Humanika.








0 komentar:
Posting Komentar