Senin, 09 Oktober 2017


DAYA TARIK INTERPERSONAL

Dalam hubungan interpersonal atau interaksi diantara dua orang atau lebih terdapat aspek-aspek psikologis yang mendasarinya. Pertanyaan pertama yang relevan adalah “Mengapa orang ingin berhubungan dengan orang lain?” kemudian pertanyaan kedua adalah “Faktor-faktor apa yang terpenting dalam menentukan seberapa jauh kita menyukai seseorang?:”

Untuk menjawab kedua pertanyaan tersebut, kita akan mengkaji bagaimana orang bisa saling tertarik, saling kenal-mengenal, bagaimana ada gairah tarik-menarik satu sama lain bahkan sampai seseorang jatuh cinta. Kesukaan pada orang lain, sikap positif dan daya tarik seseorang, kita sebut sebagai daya tarik interpersonal.

Definisi Daya Tarik Interpersonal
Menurut Brigham (1991), daya tarik interpersonal adalah kecenderungan untuk menilai seseorang atau suatu kelompok secara positif, untuk mendekatinya, dan untuk berperilaku secara positif padanya.
Daya tarik interpersonal adalah sikap atau sifat yang membentuk seseorang menimbulkan rasa suka. Dengan adanya daya tarik interpersonal itu individu akan lebih bersemangat hidup, dan dapat menyalurkan atau berbagi cerita dengan relasinya, sehingga dapat mengurangi beban individunya.
Faktor-faktor Daya Tarik Interpersonal
Ø  Faktor Internal
Interaksi kita dengan orang lain dapat terjadi dimana saja, misalnya di asrama, pasar, kampus, dll. Akan tetapi, kebutuhan untuk saling berinteraksi dengan orang-orang disekitar kita dapat berbeda-beda. Kebutuhan ini dapat dilandasi oleh hal-hal yang berada dalam diri individu, seperti need to belong (kebutuhan untuk menjadi bagian dari suatu kelompok) dan karena adanya pengaruh perasaan.
Ø  Faktor Eksternal
Kesamaan (similarity) :  Kita cenderung menyukai orang yang sama dengan kita dalam sikap, minat, latar belakang dan kepribadian.
Kedekatan (proximity) : Pada penelitian mengenai ketertarikan, orang cenderung menyukai mereka yang tempat tinggalnya berdekatan. Semakin dekat jarak fisik, semakin besar kemungkinan bahwa dua orang mengalami kontak secara berulang.
Keakraban (familiarity) : Semakin seringnya kita berhadapan dengan seseorang akan meningkatkan rasa suka kita terhadap orang tersebut.
Daya Tarik Fisik : Dalam masyarakat kita biasanya muncul stereotip daya tarik fisik, yang mengasumsikan bahwa segala sesuatu yang cantik adalah baik. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan sepintas seorang individu akan membuat suatu kesimpulan tentang sejumlah asumsi kepribadian dan kompetensi semata-mata berdasarkan penampilan.
Kemampuan : Orang yang mampu, kompeten dan pintar dapat memberi beberapa ganjaran  (keuntungan) kepada kita. Mereka dapat membantu ketika kita mendapatkan sebuah kesulitan, Hal-hal seperti ini menyebabkan orang yang memiliki kompetensi, pintar, lebih disukai daripada yang tidak memiliki kemampuan tersebut.
Tekanan Emosional (stress) : Bila individu berada dalam situasi yang mencemaskan atau menakutkan ia cenderung menginginkan kehadiran orang lain. Dan hal ini lama kelamaan akan menimbulkan rasa suka kepada orang yang menemaninya tersebut.
Referensi :
·         Mashoedi, Sri Fatmawati. 2012. Hubungan Interpersonal. Jakarta : Salemba Humanika.


0 komentar:

Posting Komentar